Rabu, 23 Juni 2010

manisan

MANISAN BUAH
PENDAHULUAN

Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.

Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.

Manisan buah adalah buah yang diawetkan dengan gula. Tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah, selain untuk memberikan rasa manis, juga untuk mencegah tumbuhnya mikroorganisme (jamur, kapang). Dalam proses pembuatan manisan buah ini juga digunakan air garam dan air kapur untuk mempertahankan bentuk (tekstur) serta menghilangkan rasa gatal atau getir pada buah.

Pembuatan manisan buah ini, merupakan usaha kerajinan yang telah banyak dilakukan orang sejak dahulu. Usaha ini memerlukan ketrampilan atau pengalaman yang khusus.

Ada 2 macam bentuk olahan manisan buah, yaitu manisan basah dan manisan kering. Manisan basah diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula, sedangkan manisan kering diperoleh bila manisan yang pertama kali dihasilkan (manisan basah) dijemur sampai kering.

Buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan basah adalah jenis buah yang cukup keras, seperti pala, mangga, kedondong, koalng-laing, dan lain-lainnya. Sedangkan buah-buahan yang biasa digunakan untuk membuat manisan kering adalah jenis buah yang lunak seperti pepaya, sirsak, dan lain-lainnya.

Hasil samping dari proses pembuatan manisan buah ini ialah sirup dari larutan perendamannya. Manisan buah yang baik berwarna kekuning-kuningan, kenyal bila digigit, dan tahan di simpan selama dua minggu sampai satu bulan.

BAHAN

Buah setengah matang 10 kg
Gula pasir 5 kg + ¨ö kg untuk tambahan pembuatan sirup
Kapur sirih 1 sendok teh
Natrium benzoat 4 sendok teh
Garam dapur 15 gram
Panili 2 sendok
Air bersih 7 liter

ALAT

Pisau
Panci
Saringan
Sendok makan
Sendok teh
Kantong plastik
Lilin
Baskom
Kompor atau tungku

CARA PEMBUATAN

Kupas buah kemudian iris-iris dengan ukuran ¡¾ 2 x 2 cm;
* Untuk buah yang keras, rebus irisan dalam air mendidih selama 3 menit lalu tiriskan.
Rendam dalam air panas (50 gr dalam 1 lt air) selama 2 jam lalu tiriskan;
Rendam lagi dalam air kapur (1 sendok makan kapur sirih dalam 1 ¨ö lt air) selama 24 jam, lalu tiriskan;
Masukkan gula pasir dalam 2 ¨ö lt air, aduk sampai rata. Tambahkan garam dan natrium benzoat lalu panaskan hingga mendidih;
Masukkan potongan buah tersebut ke dalam larutan gula yang sedang mendidih sampai buah tersebut setengah matang. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan (rendam) 1 malam, lalu tiriskan;
Panaskan air gula sisa penirisan dan tambahkan panili lalu masukkan lagi potongan buah tersebut. Angkat panci dari tungku atau kompor dan diamkan satu malam. Paginya tiriskan, untuk mendapatkan manisan buah;
* Tambahkan gula ¨ö kg pada air gula sisa penirisan terakhir lalu panaskan sampai kental dan dinginkan untuk dijadikan sirup.
Jemur manisan basah hasil penirisan hingga kering (ò§... 3 hari), untuk mendapatkan manisan kering;
Masukkan manisan tersebut dalam plastik lalu tutup dengan lilin hingga rapat.

DIAGRAM ALIR PEMBUATAN MANISAN BUAH


Catatan :
Untuk mendapatkan manisan kering yang baik, penjemurannya harus benar-benar sempurna. Jadi segera setelah memperoleh manisan basah, manisan tersebut langsung dijemur hingga kering, agar pertumbuhan mikrorganisme (jamur, kapang) terhambat. Jika musim hujan, dapat dijemur diatas bara tungku yang dijaga apinya. Penjemuran diatas bara tungku jangan langsung ditempelkan, tetapi diberi peyangga agar panas bisa diatur.

DAFTAR PUSTAKA

Asriani, E.N. Membuat sari buah kueni skala industri. Selera, X (2), Feb. 1991 : 80-81.
Hertami, D. Bercocok tanam pepaya (Carica papaya L.) dan pemanfaatannya. Jakarta : BPLPP Pusdiklat Pertanian, 1976. Hal 27-28.
Manisan basah buah pala. Bogor : Proyek Bimbingan dan Pengembangan Industri Kecil. Departemen Perindustrian, 1986. Hal. 5-10.
Manisan pala kering. Bogor : Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pangan, IPB, 1981. 7 hal.
Manisan Sirsak. Bogor : Proyek Bimbingan dan Pengembangan Industri Kecil. Departemen Perindustrian, s.a. 2 hal. (Pamplet).
Saraswati. Membuat manisan pala. Jakarta : Bhratara Karya Aksara, 1986. 22 hal.

लेमक दी बगियन tubuh

A. PENGERTIAN LEMAK
Lemak adalah suatu dalam tubuh yang terdiri atas :
- Asam lemak
- Triglycerida
- Kolesterol
- Posfolipid
- Glikolipid
- Dst.
Masing-masing komponen mempunyai fungsi yang berbeda misalnya :
- Sebagai sumber tenaga
- Sebagai bantalan terhadap benturan.
- Sebagai isolataor terhadap panas
- Dll.

CHOLESTEROL
Fungsi kolesterol dalam tubuh antara lain :
- Merupakan zat esensial untuk membran sel tubuh
- Merupakan bahan pokok untuk pembentukan garam empedu yang sangat diperlukan untuk pencernaan makanan
- Merupakan bahan baku untuk membentuk hormon steroid, misalnya : progesterone dan estrogen pada wanita, testoteron pada pria, corticosteroid dan lain-lain.
Makanan yang mengandung kolesterol antara lain : goring-gorengan, daging, otak, jeroan (usus, hati, ginjal, paru-paru, jantung), kuning telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.

LIPOPROTEIN
Lemak dalam tubuh diangkut dari suatu tempat ke tempat lain, karena lemak bersifat tidak larut dalam air, maka untuk mengangkut lemak tersebut diperlukan suatu alat pengangkut, yaitu apo-protein, suatu jenis protein.
Apo-protein dengan lemak yang diangkutnya membentuk suatu ikatan yang disebut lipoprotein.
Lipoprotein ada 4, yaitu :
1. Chylomikron
Komponen utamanya : Triglycerida (90 – 95%). Berasal dari makanan exogenous, plasma yang mengandung chylomikron berwarna seperti susu LIPAEMIC.
2. VLDL (Very Low Density Lipoprotein)- Pre Beta Lipoprotein.
Disebut juga Alpha-2-Lipoprotein. Gunanya untuk mengangkut triglycerida yang dibentuk oleh hepar.
3. LDL (Low density lipoprotein)
Komponennya terdiri dari : - protein (25%)
- cholesterol (40%)
Gunanya untuk mengangkut chlolesterol.
4. HDL (High density lipoprotein) – Alpha lipoprotein
Disebut juga Alpha-1-lipoprotein. Komponen utama terdiri dari : - protein (50%)
- cholesterol (20%)
Gunanya untuk mengangkut chlolesterol dan fofolipid.
Untuk mudahnya kita lipoprotein dibagi menjadi 2 kelompok yaitu :
1. Chylomikron dan VLDL
Lipoprotein ini mengandung triglycerida, ukurannya relatip besar dan tidak dapat menembus tunica intima yaitu selaput tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah.
2. LDL dan HDL
LDL terutama mengandung cholesterol dan HDL terutama mengandung fosfolipid, lipoprotein ini ukurannya kecil dan dapat menembus tunic intima.

ESTER CHOLESTEROL
Dibuat dalam hati dan dan berasal dari chlolesterol darah, sebagian kecil dibuat dalam pancreas dan selaput lendir usus.
Total chlolesterol = Chlolesterol bebas + Ester chlolesterol. 65 – 75% dari kadar total chlolesterol terdiri dari ester cholesterol, kadar ini meningkat pada usia yang meningkat. Ester chlolesterol mengikuti naik turunnya total chlolesterol. Hati adalah tempat penting dalam pembentukan chlolesterol , ester chlolesterol serta ekskresinya kedalam saluran empedu.

PHOSPHOLIPID
Ialah senyawa lemak yang mengandung gugusan phosphat yang termasuk golongan ini ialah : Lecithin, cephalin, sphingosin, dan sphingomyelin. Kira-kira separo dari phospholipid plasma ialah lecithin. Kadar phospholipid plasma biasanya meninggi meninggi bersamaan dengan meningginya kadar chlolesterol plasma. Angka normal untuk orang dewasa dalam keadaan puasa antara 5 – 12 mg/ 100 ml sebagai P atau 125 – 130 mg/ 100 ml sebagai lecithin. Kadar ini tampak lebih tinggi pada usia lanjut.


Untuk mengakses dan mendownload tugas kuliah ini selengkapnya anda harus berstatus Paid Member
Mengenal Tanaman Belimbing
-----------------------------------------
Tanaman belimbing (Averrhoa) umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan belimbing manis (Averrhoa carambola). Belimbing wuluh memiliki pohon kecil dan berbunga sepanjang tahun.Buah belimbing wuluh kecil-kecil berbentuk segilima. Buah dan bunganya menempel pada batang dan rasanya aduuuhai asamnya. Sedangkan belimbing manis memiliki ketinggian pohon 5 m - 15 m dan mempunyai daun majemuk berpasangan , bunganya kecil dan mudah gugur oleh angin kencang,. Buah belimbing manis lebih besar dan rasanya lebih manis dengan warna kuning, kuning kunyit ataupun ada juga yang berwarna agak jingga. Waduh jadi ngileer ya ngebayangin buah belimbing manis yang buahnya besar-besar dengan warna kuning kunyit yang menggiurkan, rasanya pengen cepet memakannya he..he.... .

Di Indonesia, tanaman belimbing pada umumnya ditanam di pekarangan atau ditanam dalam pot sebagai tanaman hias.

Manfaat Buah Belimbing
-------------------------------

Buah belimbing yang telah masak mengandung banyak vitamin C. Menurut N. Edy Soetanto, BE, berdasarkan data dari Direktorat Gizi tahun 1981, komposisi kimia buah belimbing yang telah masak adalah sebagai berikut :
1. Kalori 36,00 kal
2. Air 90,00 %
3. Protein 0,40 g
4. Lemak 0,40 g
5. Karbohidrat 8,80 g
6. Kalsium 4,00 mg
7. Fosfor 12,00 mg
8. Besi 1,10 mg
9. Vitamin A 170,00 SI
10. Vitamin B1 0,03 mg
11. Vitamin C 35,00 mg
12. Bagian yang dapat dimakan 86,00 %

Kalau melihat komposisi di atas, ternyata buah belimbing mempunyai kandungan gizi yang heebaat bener ya kawan. Nggak rugi kalau kita mengkonsumsinya. Buah belimbing wuluh biasanya digunakan untuk bumbu sayur asam atau bumbu-bumbu masakan lainnya (kalau saya biasanya untuk tambahan rasa pada gulai kepala ikan atau asem pedas ikan , biar rasanya tambah maak nyuusss he..he..), untuk manisan dan untuk obat batuk tradisional. Sedangkan buah belimbing manis umumnya digunakan sebagai buah segar, dibuat manisan atau untuk campuran rujak, selain itu juice belimbing juga bagus lho untuk menurunkan tekanan darah tinggi sebab saya sudah mencobanya untuk ayah dan ibu kandung serta ibu mertua saya, hasilnya bener-bener menakjubkan.

Tetapi sayang buah belimbing terutama belimbing wuluh ini tidak tahan lama setelah masak, sebab gampang rusak dan busuk sehingga sering terbuang percuma. Selain itu karena buah belimbing wuluh rasanya asam / kecut sekali, tidak banyak yang ingin mengkonsumsinya dalam bentuk buah segar. Nah agar buah yang amat sangat besar manfaatnya ini tidak terbuang percuma dan dapat bertahan lebih lama maka dibuatlah menjadi manisan , selai maupun sirup yang rasanya ternyata lebih nikmat dan mantap he...he...

Setelah kita mengetahui manfaatnya, sekarang kita mulai membuat aneka olahannya. Untuk sekarang kita mulai dulu dari resep manisan belimbing wuluh ya, sedangkan untuk sirup dan selainya, lain waktu akan saya bagikan lagi resepnya. Manisan belimbing wuluh saya ini bener-bener sehat lho karena dibuat tanpa bahan pengawet sama sekali. Oke, sudah siaap kawan, inilah resep manisan belimbing wuluh, eng.. i...eng

Resep Manisan Belimbing Wuluh
--------------------------------------------

Bahan :
-------------
Buah belimbing wuluh 1 kg (pilih yang telah tua, warnanya masih hijau kekuningan dan dagingnya masih keras)
Gula Pasir 1kg
Garam 1 sendok makan
Kapur sirih 1 sendok makan
Air bersih untuk merendam secukupnya
Air bersih untuk merebus 1 liter
Cara membuatnya :
-------------------------------

Cuci bersih buah belimbing wuluh, buang bagian pinggirnya, kemudian tusuk-tusuk dengan garpu sampai tampak memar
Buah belimbing yang telah memar direndam dalam air garam selama 2 jam, setelah itu cuci bersih sampai garam tidak melekat lagi, angkat dan tiriskan
Selanjutnya larutkan kapur sirih dalam air dan rendam belimbing wuluh dalam air kapur selama 12 jam, setelah itu cuci bersih dan tiriskan.
Rebus gula dengan air 1 liter, setelah itu masukkan belimbing wuluh, rebus sampai masak/lunak, kemudian dinginkan. Biarkan terendam semalam. Esok hari panaskan air gula dan belimbing , dinginkan dan ulangi selama 2 hari.
Setelah gula meresap dalam buah belimbing wuluh dan rasa belimbing wuluh sudah manis, maka segera ditiriskan.
Setelah itu jemur manisan tadi sampai kering. Tetapi kalau produk saya, tidak dijemur melainkan di oven sampai kering selama 3 hari dengan waktu masing-masing 2 jam per hari karena saya tidak mempunyai lahan untuk menjemur dan menurut saya lebih hiegienis.
Setelah kering dan dingin segera simpan dan kemas dalam toples atau platik , manisan belimbing siap disantap dan dijual.
Nah, kawan sudah jadi deh satu resep manisan belimbing wuluh, nggak sulit khan?. Dicoba ya, pasti jadi koq, lumayan buat camilan sehat di keluarga kita. Kalau mau juga bisa dipasarkan/dijual seperti produk saya, iseng-iseng menghasilkan duit he..he..

Sekian dulu ya ilmu yang dapat saya bagikan, saya harap temen-temen memberikan komentarnya agar saya dapat memperbaiki dan kalau bisa bagi jugalah ilmu yang temen-temen punya demi kemajuan kita bersama. Jangan lupa buka blog saya lagi ya sebab akan ada ilmu-ilmu lain yang akan saya tularkan he..he..

Wassalammualaikum WW,